Jakarta – Presiden Prabowo Subianto mendapat laporan bahwa BMKG bekerja sama dengan sejumlah negara untuk membantu memperkuat sistem pemantauan bencana. Prabowo mendukung BMKG membantu negara sahabat untuk membangun sistem tersebut.
Mulanya, Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menyampaikan laporan dalam rapat koordinasi penanganan gempa M 7,7 di Nagekeo, NTT, Rabu (26/8/2026). Faisal mengatakan sejumlah negara meminta bantuan penguatan ke BMKG.
“Afrika dari Tunisia, Maroko, dari beberapa negara Afrika, kita ditetapkan oleh WMO sebagai regional training centre, hanya Indonesia dan Australia yang punya predikat itu di kawasan ini Bapak Presiden,” ucap Faisal.
BMKG, sebut Faisal, telah mengirim personel ke negara-negara sahabat dalam kerja sama tersebut. Dia menyebut negara-negara yang diperkuat dalam sistem pemantauan bencana, yakni Tonga, Fiji dan Timor Leste.
“Jadi di Tonga kita sudah mengirimkan orang stay selama 2 bulan di sana, di Fiji selama 1 bulan, dan di Timor Leste 1 tahun penuh,” ucap Faisal.
“Jadi kita harapkan nanti sistem pemantauan kita bisa meluas dengan menambahkan Timor Leste di dalam bagian tersebut,” sambungnya.
Dalam kesempatan itu, Prabowo mendukung langkah BMKG tersebut. Menurutnya, Indonesia ahli dalam urusan bencana gempa bumi dan gunung meletus.
“Jadi saya kira bagus dibantu saja negara-negara yang perlu, saya kira di bidang gempa sama gunung berapi saya kira Indonesia yang paling ahli ya,” kata Prabowo.
“Terima kasih, Anda bantu terus. Jadi Fiji minta dari kita juga, Fiji, Timor Leste, silakan didukung dibantu,” sambungnya.(RED)










